Treffer: Pengembangan Modul Loan dalam Sistem Maximum Cumulative Outflows pada Bank DBS Indonesia
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/1/HALAMAN%20AWAL.pdf
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/2/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/3/BAB%20I.pdf
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/4/BAB%20II.pdf
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/6/BAB%20III.pdf
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/5/BAB%20IV.pdf
https://kc.umn.ac.id/id/eprint/31714/7/LAMPIRAN.pdf
Weitere Informationen
Reporting merupakan salah satu hal krusial dalam dunia perbankan. Subdepartemen Treasury & Market Operation adalah subdepartemen yang bertanggung jawab terhadap hal ini. Salah satu reporting harian yang harus dibuat oleh subdepartemen ini adalah Maximum Cumulative Outflows. Pelaporan Maximum Cumulative Outflows ini digunakan untuk memperhitungkan risiko likuiditas dan menganalisis rasio likuiditas. Secara umum pelaporan ini akan digunakan untuk kontrol risiko. Sistem Maximum Cumulative Outflows ini dikembangkan dengan platform Microsoft ASP .Net menggunakan bahasa pemprograman Visual Basic .Net dan database Microsoft SQL Server 2005. Loan adalah salah satu modul yang ada dalam sistem ini dan digunakan untuk memproses data-data pinjaman. Beberapa fungsi yang ada di dalam modul ini adalah User Management, Master Data Management, Loan Data Upload, Loan Calculation and Reconciliation, serta Loan Reports Download. Pengembangan modul Loan ini berhasil memuaskan. Fungsi otentikasi dan otorisasi yang ada mengontrol hak akses pengguna-pengguna terhadap data perbankan yang krusial. Modul ini pun mempercepat kinerja pelaporan dan memberikan hasil rekonsiliasi yang berguna untuk mempermudah proses analisis risiko likuiditas.